Sesuai dengan namanya, sujud ini berkaitan dengan tilawah (membaca) ayat-ayat Al-qur'an ."Sebuah sujud yang di syariatkan Allah SWT. dan Rasulnya SAW. sebagai bentuk ubudiyah kepada-Nya di kala membaca ayat-ayat suci Al-qur'an dan menyimaknya, untuk mendekatkan diri kepada-Nya, menampakan ketundukan di hadapan keagungan-Nya dan kehinaan di hadapan-Nya." Jelas syaikh Shaleh al Fauzan H.A. dalam Al-Mulakhkhash Al-fiqhi (1/180). Ayat-ayat yang dimaksud sering kali di sebut ayat sajdah (sajadah artinya sujud) dan berjumlah 14 ayat dalam Al-Qur'an.
Setan menangis dengan sujud tilawah
Apa Keutamaannya?
Keutamaan ini termaktub dalam hadits riwayat Abu Hurairah R.A., nRasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ ، اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُولُ : يَا وَيْلَهُ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كُرَيْبٍ يَا وَيْلِي أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ
Artinya: Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka. (HR. Muslim)
Memang betul hukmnya sunah sehingga bila tdiak dikerjakan tidak berdosa, tapi apabila melihat keutamaan beasr yang dijanjikan dalam hadits, tentu tidak boleh di tinggalkan begitu saja oleh setiap Muslim.
Terbagi Dua Jenis
Tentang ayat-ayatnya, daikatakan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah terbagi menjadi dua:
- Berisi berita (akhbaar) dari Allah SWT. Tentang sujudnya seluruh makhluk kepada-Nya baik secara umum atau khusus yang dilakukan oleh kaum Mukmin yang bersujud karena takut kepada Allah SWT. Maka di sunnahkan bagi pembaca atau penyimak untuk menyerupai mereka itu ketika membaca ayat sajadah atau menyimaknya.
مِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ
“Orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.” (As-Sajadah: 15)
- Ayat-ayat yang berisi perintah (awaamir) untuk bersujud kepada Allah SWT. Semisal ayat terakhir Al-Alaq yang pastinya sudah kalian hafal. Perhatika ayat tersebut:
كَلا لا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
“Sekali kali jangan. Janganlah kamu patuh kepadanya (Dengan meninggalkan shalat, karena ia tidaklah memerintahkan kecuali kepada yang terdapat kerugian di dunia dan akhirat.) dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).” (Al-Alaq: 19)
Yang Dianjurkan Bersujud
Yang dimaksud mendengar disin itida sekedar mendengar karena kita punya pendengaran yang normal walillhil hamd, akan tetapi bagi orang yang menyimak dan memperhatikannya. Nah orang-orang seperti ini juga si sunnahkan untuk bersujud usai mendengar ayat-ayat sajadah yang di baca oleh pembaca ayat sajadah.
Tata Cara Sujud Tilawah
Untuk sujud tilawah tidak dikenakan syarat-syarat pada shalat umumnya seperti bersuci dan menghadap kiblat, sebab sujud tilawah bukanlah shalat. Diriwayatkan Imam Bukhari secara muallaq, bahwa Ibnu Unar melakukan sujud tilawah tanpa wudhu (tidak bersuci). Namun bila dikerjakan dalam keadaan bersuci dan menghadap kiblat itu lebih utama.
Sujud tilawah ini dilakukan baik dalam shalat fardhu ataupun sunnah, (menjadi Imam atau shalat munfarid) serta diluar shalat ketika antum umpamanya baca Al-Qur’an ba’da shalat shubuh melewati ayat sajadah, maka di anjurkan untuk sujud tilawah. Pahamkan?
Bacaan Sujud Tilawah
Bacaannya bisa dengan membaca dzikir sujud yang biasa Subhana rabbiyal a’la, atau bacaan sujud lain yang berasal dari nabi SAW. Atau bacaan berikut:
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَ صَوَّرَهُ وَ شَقَّ سَمْعَهُ وَ بَصَرَهُ بِحَوْلِ اللهِ تَعَالَى وَ قُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ
“Aku menundukkan mukaku bersujud kepada Yang menciptakan-Nya,yang membentukya dan yang melobangi pendengarannya,penglihatannya,dengan kemampuan dan kekuatan-Nya.Maha suci Allah yang menjadi sebaik-baik Pencipta.”
Tradisi Masyarakat
Keutamaan sujud tilawah yang tidak boleh dipandang enteng ini musti jadi penggugah kita semua untuk semangat menjalankan sunnahnya bersujud saat membaca ayat sajdah, dan tentu sunnah nabi SAW. Yang lain. Syang seribu saying, jika sampai lupa melakukaannya, apalagi kalau gk pernah kalamullah juga. Pasti rugi banget. Bagaimana mau sujud, baca Al-Qur’an saja nggak pernah.
Kebanyakan masyarakat tidak peduli akan membaca Al-Qur’an, mereka lebih mengutamakan dzikir seperti, tasbih, tahmid, takbir 3x yang diakhri dengan hauqolah. Memang berdzikir merupakan hal yang penting dalam diri seorang muslim sebagai pembatas antara dia dan kemunafiqqan, akan tetapi setinggi tinggi dzikir, adalah membaca Al-Qur’an, jadi gak cuman berdzikir yang kayak gitu aja tapi iringilah dengan membaca Al-Qur’an.
Ketauhilah, pintu kabaikan sangat banyak. Semakin tinggi ilmu sesorang semakin banyak pintu kbaikan yang ia ketahui. Maka kewajiban kita adalah serius dan semangat untuk memasuki pintu kebaikan tersebut dan ikhlas dalam menjalankannya.
Jika antum ingin tau lebih tentang sujud tilawah ini silahkan antum pelajari kitab: Al-Mulakhkhosh al-Fiqhi (180-182). Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassaroh Syaikh Husain al-Awaisyah 2/181-188.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar