"Jagalah Allah, Niscaya engkau akan bersamanya. Kenalilah Allah di waktu lapang, Niscaya dia mengenalimu di waktu susah."

Rabu, 17 Desember 2014

Seberapa Penting Shalat Di Mata Kamu?

FITRAH MANUSIA akan mendahulukan apa yg ia anggap penting. Kalau misalnya menurut dia makan lebih baik dari pada tidur, maka ia akan memilih makan dulu kemudian tidur, atau sebaliknya. Terus, apa dia merasa melakukan tidur dan makan dengan terpaksa? Kayak ada yg maksa-maksa dia gitu? Enggak kan? Dia bahkan fine-fine aja, dan senang bisa melakukan itu tanpa tertekan.

Ia makan dan tidur dgn bebas, santai, dan perasaan yg senang. Bukan krna 'diperintah atau kewajiban'. Tapi malah ia menganggap makan dan tidur merupakan aktifitas yg ia butuhkan. So, kalau dia ditanya orang, "Kamu ngapain tidur? Kamu ngapain juga makan? Dia bakalan jawab, "Ya karna aku butuh tidur, dan karna aku butuh makan". Jawaban cerdas kan?

Itulah Fitrah Manusia, apabila sudah menganggap sesuatu itu penting maka ia akan menganggap itu sebagai kebutuhan dia. Apapun itu, pekerjaan apa pun itu, pasti dia akan berusaha utk mengerjakannya.

Nah, shalat juga seperti itu. Kalau seandainya kita menganggap shalat itu penting, maka kita akan mendahulukan amalan ini dri pda amalan yg lain. Bila terjadi benturan waktu, maka kita akan prioritaskan shalat. Karena shalat telah di anggap penting. Terlebih lgi, bila shalat sudah dianggap kebutuhan kita. Tpi emang bner sih, kita yg butuh shalat, bukan shalat yg butuh kita.. iya gk sob?

Coba deh kalian semua muhasabah, minimal sebelum tidur deh. Sudah seberapa besar pengaruh shalat bagi kita? apakah sudah jdi kebutuhan buat kita? jgan-jgan bnyk diantar kita yg malah meremehkannya atau bahkan menomor duakan shalat dri pda aktifitas yg lain, na'udzubillah...

Marilah kita tengok ke dlm diri kita. Kita yg telah shalat lima waktu. Dri shubuh hingga isya, sudah sbrpa dlm kita menghayati shalat kita? Apakah shalat kita hanya berakhir dgn sebuah kegiatan rutin  tanpa makna? Berdiri, membungkuk, sujud, tpi tak tau apakah makna dri semua itu.

Subuh dijemur hingga setengah tujuh pagi atau lebih dri itu. Dzuhur dilakukan di akhir waktu setelah pulang sekolah atau apalah itu. Ashar dibawa berlalu, karna dilakukan ritual tidur siang dahulu. Maghrib terkalahkan oleh tontonan TV yg tdk bermanfaat. Adzan berkumandang, tdk mampu untuk menekan tombol turn off. Sedangkan isya terlewat begitu saja oleh pertandingan bola yg sangat sengit di Televisi. Hingga akhirnya bergumam suara, "Shalat nya bolong lgi, lgi dan lgi..."

Apakah seperti itu shalat kita dimata Allah? Seorang remaja yg sgat hobi meniggalkan shalatnya. Beribu-ribu alasan diucapkan, beratus-ratus dalil disampaikan, tpi apakah semua itu bisa menggugurkan dosa dri semua kesalahan meninggalkan shalat? tidak kawan, semua itu hanya alasan utk meniggalkan shalat.

Hanya 5 waktu sob, itu pun tidak menyita waktu. Kalau dikerjakan, tdak sampai menyita 10 menit dri 24 jam dalam hidupmu. Tpi knpa kita mengerjakannya begitu cepat. Seolah tidak merasakan perjumpaan dgan Allah, dan tidak menikmati obrolah dengan Allah SWT dlam shalat kita. Berdoa sekdar berdoa, tanpa tahu artinya, tanpa tahu maksudnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar