FITRAH MANUSIA akan mendahulukan apa yg ia
anggap penting. Kalau misalnya menurut dia makan lebih baik dari pada tidur,
maka ia akan memilih makan dulu kemudian tidur, atau sebaliknya. Terus, apa dia
merasa melakukan tidur dan makan dengan terpaksa? Kayak ada yg maksa-maksa dia
gitu? Enggak kan ?
Dia bahkan fine-fine aja, dan senang bisa melakukan itu tanpa tertekan.
Ia makan dan tidur dgn bebas, santai, dan perasaan yg
senang. Bukan krna 'diperintah atau kewajiban'. Tapi malah ia menganggap makan dan
tidur merupakan aktifitas yg ia butuhkan. So, kalau dia ditanya orang,
"Kamu ngapain tidur? Kamu ngapain juga makan? Dia bakalan jawab, "Ya
karna aku butuh tidur, dan karna aku butuh makan". Jawaban cerdas kan ?
Itulah Fitrah Manusia, apabila sudah menganggap sesuatu itu
penting maka ia akan menganggap itu sebagai kebutuhan dia. Apapun itu,
pekerjaan apa pun itu, pasti dia akan berusaha utk mengerjakannya.
Nah, shalat juga seperti itu. Kalau seandainya kita
menganggap shalat itu penting, maka kita akan mendahulukan amalan ini dri pda
amalan yg lain. Bila terjadi benturan waktu, maka kita akan prioritaskan
shalat. Karena shalat telah di anggap penting. Terlebih lgi, bila shalat sudah
dianggap kebutuhan kita. Tpi emang bner sih, kita yg butuh shalat, bukan shalat
yg butuh kita.. iya gk sob?
Coba deh kalian semua muhasabah, minimal sebelum tidur deh.
Sudah seberapa besar pengaruh shalat bagi kita? apakah sudah jdi kebutuhan buat
kita? jgan-jgan bnyk diantar kita yg malah meremehkannya atau bahkan menomor
duakan shalat dri pda aktifitas yg lain, na'udzubillah...
Marilah kita tengok ke dlm diri kita. Kita yg telah shalat lima waktu. Dri shubuh
hingga isya, sudah sbrpa dlm kita menghayati shalat kita? Apakah shalat kita
hanya berakhir dgn sebuah kegiatan rutin tanpa makna? Berdiri,
membungkuk, sujud, tpi tak tau apakah makna dri semua itu.
Subuh dijemur hingga setengah tujuh pagi atau lebih dri itu.
Dzuhur dilakukan di akhir waktu setelah pulang sekolah atau apalah itu. Ashar
dibawa berlalu, karna dilakukan ritual tidur siang dahulu. Maghrib terkalahkan
oleh tontonan TV yg tdk bermanfaat. Adzan berkumandang, tdk mampu untuk menekan
tombol turn off. Sedangkan isya terlewat begitu saja oleh pertandingan bola yg
sangat sengit di Televisi. Hingga akhirnya bergumam suara, "Shalat nya
bolong lgi, lgi dan lgi..."
Apakah seperti itu shalat kita dimata Allah? Seorang remaja
yg sgat hobi meniggalkan shalatnya. Beribu-ribu alasan diucapkan, beratus-ratus
dalil disampaikan, tpi apakah semua itu bisa menggugurkan dosa dri semua
kesalahan meninggalkan shalat? tidak kawan, semua itu hanya alasan utk
meniggalkan shalat.
Hanya 5 waktu sob, itu pun tidak menyita waktu. Kalau
dikerjakan, tdak sampai menyita 10 menit dri 24 jam dalam hidupmu. Tpi knpa
kita mengerjakannya begitu cepat. Seolah tidak merasakan perjumpaan dgan Allah,
dan tidak menikmati obrolah dengan Allah SWT dlam shalat kita. Berdoa sekdar
berdoa, tanpa tahu artinya, tanpa tahu maksudnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar