"Jagalah Allah, Niscaya engkau akan bersamanya. Kenalilah Allah di waktu lapang, Niscaya dia mengenalimu di waktu susah."

Sabtu, 06 Desember 2014

Merpati putih



Suatu malam, seorang ibu bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya dia melihat sekelompok merpati tengah bercekrama. Tiba-tiba seekor merpati memisahk diri dari kelompoknya dan terbang jauh ke awan dan menghilang. Paginya ibu itu bertanya pada ayahnya, apa maksud arti dari mimpinya semalam. Sang ayah pun menjawab, kelak dia anaknya itu akan memiliki beberapa  orang anak, semuanya laki-laki dan merpati putih yang terpisah itu anak perempuan satu-satunya, dan kelak akan menjadi wanita yang shalihah.

                Benarlah, sang ibu memiliki beberapa anak laki-laki, satu orang ank perempuan. Anak gadinya ternyata memiliki akhlaq yang sangat mulia sejak kecil. Sejak kecil, putrinya tidak suka pakaian pendek, dia lebih menyukai busana panjang. Dan sebleum sekolah, putrinya telah memakai jilbab jika keluar.
                Saat meningkat remaja, sang putri semakin menjaga pergaulannya. Dia lebih suka di dalam kamarnya. Membca mushaf, bermunajat kepada Allah SWT. Saat remaja lain sibuk menikmati masa remajanya dengan berhuru-hara, sang putri justru menghabiskan hari-harinya dengan beribadah kepada Allah SWT.
                Bahkan sang ibu kadang merasa malu, karena tidak jarang sang putri mengingatkannya tentang begitu banyak hal. Terutama dalam cara berpakaian sang ibu atau shalat dan ibadah-ibadah yang lainnya. Dan sang putri mengatakannya dengan bahasa yang lemah lembut dan menyentuh.
                Dan bukan hanya itu, kini sang putri merubah busananya dengan busana yang lebih rapat dengan kerudung (jilbab) yang sangat lebar. Padahal putrinya sangatlah cantik, namun tak banyak tau tentang keberadaannya. Hingga bila sang ibu sesekali mengajaknya kepesta walimah, banyak orang yang terpesona dengan kecantikannya dan bertanya siapa gerangan putri cantik itu pada sang ibu.
                Suatu hari, sang putri merasakan ngili dikakinya, namun sang putri menganggap itu hanya keletihan biasa. Namun sekian lama, ngilu itu semakin merasa sakit. Sang ibu, suatu saat memergokinya tengah meringis kesakitan. Sang putri lantas menenangkan sang ibu, dan mengatakan itu hanya sakit biasa, karena letih.
                Ternyata semakin hari, kondisi sang putri semakin melemah, karena ngilu yang di rasakannya kian hari kian terasa hebat, hingga sang putri tak mampu lagi menutupi penderitaanya menahan rasa sakit. Kakinya pun kini sangat sulit dibuat untuk melangkah. Akhirnya kedua orang tuanya membawa kerumah sakit, dan sang gadis terpaksa di rawat disana.
                Kaki sang gadispun di rantgen. Dan hasilnya sungguh mengejutkan . Ternyata, sang putri menderita kanker stadium empat. Seluruh keluarga terkejut, bahkan sang ibu begitu shock mendengar kabar ini. Namun sang putri tetap harus deberi tahu, karena sang dokter terpaksa mengamputasi kakinya , agar tidak melanjar ke paru-paru.
                Dengan sedih, sang ibu memasuki kamar tempat sang putri dirawat. Kebetulan saat itu sang putri tidak sedang tidur. Setelah mengecup kening sang putri, sang ibu sebentar berbasa-basi dan akhirnya dengan penuh hati-hati dia menjelaskan semuanya pada sang putri. Namun tanpa diduga, sang putri berkata, “alhamdulillh penyakit ini hanya merusak kakiku dan tidak merusak agamaku.”  Tentu semua yang ada disitu jadi terhenyak dan terharu. Lantas sang gadis menangis kemudian mengatakan bagaimana dia nanti menghadap Allah SWT. Dengan anggota tubuh yang sudah tak lengkap? Subhanallah , sementara yang lain memikirkan bagaimana hidupnya, sang putri malah memikirkan bagaimana matinya. Betapa malu sang ibu.
                Namun akhirnya kaki sang putri tetap diamputasi. Dan sang putri kembali kerumah dengan kursi roda. Setelah itu, hari-hari sang putri banyak dihabiskan di dalam kamar, karena dengan kondisinya yang demekian tak mungkin dia bisa melanjutkan sekolah. Kian hari sang putri semakin pucat dan kurus. Ternyata kanker telah terlanjur menyerang paru-parunya. Saat kondisinya semakin parah, tantenya menjenguknya. Namun saat membuka pintu kamar, tiba-tiba sang tante menutupnya kembali , dan wajah sangat pucat. Sang ibu yang penasaran lantas memasuki kamar sang putri. Kamar dalam kondisi gelap, memang sejak pulang kerumah, sang putri tak pernah menyalakan lampu kamarnya. Namun yang membuat sang ibu takjub, wajah sang putri memancarkan cahaya terang, diantara kegelapan malam kamar.
                Saat sang putri menyadari kedatang ibunya, dengan penuh kasih sayang, ia menyapa sang ibu, “kemarilah ibu… mendekatlah padaku.” Sang ibupun menurut. Dia duduk dikursi yang terdapat di depan ranjang san putri. “ibu boleh aku menciumpipimu?” sang ibupun mendekati wajahnya dan sang putri mencium pipi kanannya. “boleh aku mencium pipi ibu yang satu lagi?” kembali sang ibu mendekatkan wajahnya, dan kembali sang putri mencium pipi sang ibu yang satu. Lantas sang putri memeluk ibundanya seraya berkata, “Terima kasih ibu.”
                Setelah terdiam sesaat, sang putri melepaskan pelukannya dan berkata kembali. “ Ibu, semalam aku bemimpi memakai gaun pengantin,semua orang bergembira kecuali ibu. Dan aku merasa, bahwa itu pertanda ajalku sudah dekat. Setelah kematianku, mereka semua kan melupakanku, dan kembali hidup bahagia , kecuali ibu. Ibu akan selalu mengingat aku, dan akan sedih bila tengah mengingatku. Ibu tak pernah melupakanku meski aku telh mati.” Benar saja, saat kematiannya, bekas kamar sang putri tecium aroma kesturi selama berhari-hari membuat sang ibu hampir tak kuat.
                Karena khawatir dengan kondisi sang ibu maka orang-orang menyemprotkan aroma wangi yang lain pada kamar sang putri. Bahkan saat menulis kisah inipun, air mata sang ibu tak terhenti mengalir. Benarlah, hanya sang ibu yang senantiasa mengingat sang putri. Dantak pernah melupakannya, Merpati putihnya yang shalihah.

Ummu Asyrof
Maraji’:Islam agamku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar