يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ قَاتِلُواْ الَّذِينَ
يَلُونَكُم مِّنَ الْكُفَّارِ وَلِيَجِدُواْ فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ
اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang
kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan
daripadamu, dan Ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang
bertaqwa.” (QS. At Taubah : 123)
Banyak dari non muslim yang tidak mengerti tafsiran dari
ayat tersebut menganggap bahwa islam itu ajaran garis keras, bahkan bukan hanya mereka yang non muslim kaum muslimpun
ada yang beranggapan seperti itu, terlebih lagi orang yang begitu awam mengenal
islam, sungguh disayangkan.
Padahal didalam menafsirkan ayat diatas, Al Qurthubi
mengatakan bahwa Allah swt membertitahu orang-orang beriman tentang cara
berjihad. Hendaklah dimulai dengan daerah musuh yang terdekat terlebih dahulu
baru setelahnya. Begitulah Rasulullah saw melakukannya dengan memulainya dari
jazirah Arab lalu Romawi yang saat itu berada di Syam. (al jami’ Li Ahkamil
Qur’an juz jilid IV hal 607)
Didalam sejarah disebutkan bahwa setelah Rasulullah saw
berhasil menundukkan orang-orang musyrikin di jazirah Arab dan Allah
membebaskan negeri-negerinya, seperti Mekah, Madinah, Thaif, Yaman, Yamammah
dan lainnya dan menjadikan manusia dari berbagai pelosok jazirah
berbondong-bondong masuk kedalam agama islam lalu beliau saw mengalihkan
perhatiannya untuk memerangi orang-orang ahli kitab dengan memerangi
orang-orang Romawi di tabuk pada tahun 9 H.
Setelah beliau saw wafat di tahun 10 H tepatnya sebelas hari
setelah melaksanakan Haji Wada maka urusan jihad tersebut diteruskan oleh Abu
Bakar dengan memerangi orang-orang yang murtad dan enggan membayar zakat.
Ibnu katsir menyebutkan bahwa setelah Abu Bakar memerangi
orang-orang murtad dan enggan membayar zakat lalu dia mempersiapkan pasukannya
untuk menuju Romawi para penyembah salib dan Parsia para penyembah api. Allah
pun memberikan kemenangan kepada pasukannya, menundukkan Kisra dan Qoisar serta
menginfakkan kekayaan dari kedua negeri itu di jalan Allah swt sebagaimana
diberitakan oleh Rasulullah saw.
Urusan jihad kemudian beralih kepada al Faruq, Abu Hafshin
Umar bin Khottob yang dengannya Allah swt menekuk kesombongan kaum kafir
atheis, menundukan para thaghut dan orang-orang munafik. Umar berhasil
menguasai kerajaan-kerajaan yang ada di timur dan barat…
Setelah Umar syahid dan menjalani hidupnya dengan kemuliaan
maka para sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar bersepakat untuk
memberikan kekhilafahan Amirul Mukminin kepada Utsman bin ‘Affan… Pada masa
Utsman, islam mengalami kejayaan di timur dan barat dan kalimat Allah menjadi
tinggi.. (Tafsir Al Qur’an Al Azhim juz IV hal 238)
Semisal dengan surat At Taubah ayat 123 ini adalah surat Al
Fath : 29
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ
أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ
Artinya : “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang
yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi
berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al Fath : 29)
Kedua ayat tersebut bukanlah ditujukan kepada semua orang
kafir akan tetapi hanya terhadap orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimi.
Setiap muslim diperintahkan untuk berbuat baik kepada semua manusia termasuk
orang-orang kafir yang suka perdamaian dan tidak memerangi kaum muslimin,
sebagaimana perintah Allah swt.
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ
يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن
تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Artinya : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan
berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak
(pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)
Wallahu A’lam
Ustadz Sigit Pranowo Lc

Tidak ada komentar:
Posting Komentar